Ah, Seandainya Paru-paru ini Ada Garansinya

Beberapa hari belakangan saya selalu mendapat kabar tentang orang sakit. Bahkan yang membuat saya sampai sekarang belum percaya adalah berpulangnya seorang kawan baik saya. Lalu, saya tidak sengaja membaca postingan di blog wartawan andal ibukota.  Naah, dia bercerita tentang sakitnya. Ciri-ciri sakit yang hampir sama pernah saya rasakan. Tapi waktu itu dokter bilang saya hanya kelelahan akut. Ya, semoga saja hanya kelelahan.

Kemarin saya mendapat kabar seorang kawan sesama wartawan, sakit. Bukan sakit ringan, tetapi sakit yang sampai membuatnya tak sadarkan diri.  Pikiran saya melayang, ke beberapa kawan yang punya sakit serius, sampai dia tak kuasa melawan penyakitnya itu.  Ah, semoga siapa saja yang sedang diberi sakit, diberi kekuatan pula untuk melawan penyakitnya.

Saya teringat ketika masih bekerja di Jakarta, dulu. Nyaris tiap malam saya terpapar polusi knalpot kopaja atau metromini di terminal Blok M. Seorang teman, sampai berkata ketika itu.”Seandainya saja, paru-paru ini ada garansinya,”. Ya, pengalaman itu belum diperparah dengan kerapnya berada di ruangan AC yang penuh asap rokok di sebuah ruang wartawan.  Saya adalah orang yang kerap dianggap cerewet soal rokok. Prinsip saya sih, terserah lo mau merokok, tapi tolong jangan di ruangan AC.

Belum lagi udara malam yang tak bersahabat, makan yang tidak teratur, pola hidup yang berantakan, dan sederet kebiasaan buruk lain. Kebiasaan yang mungkin dianggap sepele tapi berbuntut panjang.  Pulang larut, pagi sudah berjibaku, minum tak teratur, konsumsi gula dan kafein berlebih, terpapar polusi, terkena asap rokok, duh tanpa sadar racun-racun pun menumpuk dalam tubuh.

Apalagi tipe saya, jika sudah asyik di depan laptop bisa lupa segalanya. Bahkan hanya beranjak ketika makan, ibadah, dan ke kamar mandi. Bahkan makan pun sangat jarang, hanya menggigit secuil beng-beng dan menyeruput kopi hitam. Nikmat? uhhh nikmat banget.

Kalau ada yang sakit, saya jadi sentimentil. Mengkoreksi diri sendiri, sesekali mengingatkan kawan saya untuk menjaga kesehatan. Cerewet ya saya, iyaa.. saya cerewet. Ah, seandainya paru-paru ini ada garansinya. Atau ah, seandainya leher dan kepala ini ada rentalnya.

Tentang armadita

Jurnalis biasa-biasa saja. Manusia yang juga biasa-biasa saja. Mencoba menjadi bisa karena biasa. Belajar dari mana saja dan siapa saja. Termasuk juga kamu. Menerima dengan terbuka segala bentuk makian dan masukan soal tulisan. Boleh di kolom komentar atau via surel arma.dita@gmail.com. Terimakasih sudah singgah ^^
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s