Nabung Saham Itu Asyik, Se-Asyik Makan Micin

istimewa

“Kamu main saham ya, sekarang?” atau “Wuiih ngeri sekarang main saham,”  pertanyaan itu yang sering terlontar dari beberapa teman ketika saya memposting harga saham sebuah perusahaan. Selalu saya jawab, ”Bukan main tapi nabung alias investasi”.

Sebetulnya saya sudah mulai ‘ditawari’ nabung saham ini sejak beberapa tahun lalu. Tetapi masih Dita yang sering bingung ini maju mundur iya atau enggak. Setelah menikah dan bekerja di rumah, saya jadi punya banyak waktu untuk scroll IG dan FB. Bermula dari keingin tahuan saya tentang investasi emas dan saham  akhirnya segala macam akun  investasi bersliweran di timeline saya.

Saya mulai tertarik untuk investasi saham tapi dengan nomilnal murah Rp 100.000 hehhee. Nggak mau rugi banget ya. Tapi di Batam saya bingung  di mana bisa buka rekening saham Rp 100 rb. Kebetulan teman suami mengunggah status WA tentang seminar saham di sebuah pusat perbelanjaan. Langsung saya merengek minta ke sana. Hehehehe. Kami datang dan dengan pedenya saya duduk di barisan peserta. Clingak clnguk, kok pada dapat buku dan goddie bag ya, ternyata seminar itu bayar sodara-sodara. Hahahahaha. Dari situlah terbuka peluang saya untuk memulai berinvestasi saham hanya dengan Rp 100.000 saja.

Apa sih saham itu? Saham adalah surat bukti kepemilikan suatu perusahaan atau secara sederhana adalah patungan usaha.  Jadi dengan kamu membeli saham sebuah perusahaan yang tercatat di bursa, kamu akan menjadi pemilik perusahaan, meski hanya punya dua atau tiga lot saham saja. Lalu bagaimana caranya?

Menabung saham dimulai dengan membuka rekening dana nasabah (RDN) atau Rekening Dana Investor (RDI) melalui perusahaan sekuritas. Nah, perusahaan sekuritas inilah yang menjadi jembatan antara kamu sebagai investor dengan pasar modal atau Bursa Efek Indonesia (BEI). Ibaratnya BEI adalah pasar atau mal tmpat transaksi jual beli saham dilakukan.

Kalau kamu tertarik membuka rekening saham, jelas jangan hubungi saya. Akan tetapi hubungi perusahaan sekuritas terdekat di kotamu, bisa cek di sini. Kamu juga bisa daftar online kok siapkan saja syarat-syaratnya sperti ktp, npwp, dan identitas buku tabungan.

Ah Nabung di Bank Sajalah Ribet Amat

Boleh saja kamu berpendapat demikian, nggak salah kok. Tapi menurut saya nih  ya, biaya yang kita keluarkan untuk administrasi bank itu lumayan bikin syedih lho gaes. Bikin saja rata-rata  Rp 12.000 untuk admin bank,  kalau dikalikan 12 bulan artinya ada Rp 144.000 kita bayarkan untuk admin. Bagi yang tabungannya receh seperti saya, bunga bank juga pasti nggak keliatan. Dalam waktu lima atau sepuluh tahun mendatang uang yang ada di bank jumlahnya akan sama.

Misalnya hari ini kamu menabung Rp 1 juta, kemudian didiamkan tanpa pernah ditambah atau dikurangi. Dalam waktu satu tahun jumlah uangmu itu justru akan berkurang karena terkena biaya administrasi. Lain halnya ketika kita menabung saham ada kemungkinan nilai uang kita bertambah dalam jangka waktu satu tahun.  

Lalu mengapa saham? Ini saya kutipkan dari buku #Yukbelajarsaham untuk Pemula (Elex Media Komputindo, 2019), tulisan Triyo Utomo.  Alasan mengapa menabung saham antara lain:

  1. Saham sangat mudah ditransaksikan

Ada fasilitas online trading yang dikeluarkan setiap perusahaan sekuritas. Kamu dapat memantau pergerakan saham, membeli dan menjual saham melalui smartphone. Kalau investor ecek-ecek macam saya ini, memantau harga di pagi hari jam 9-10 ketika bursa baru dibuka, lalu menjelang jam 12 siang dan sore hari. Cuma ngecek doang, beli kagak sekrol iya. Itupun saya lakukan kalau inget, kalau banyak kerjaan ya bisa seminggu nggak ngecek. Artinya jadi investor zaman sekarang ini nggak harus setiap hari pantengin harga saham. Kecuali kamu bertujuan untuk menjadi trader.

Kamu juga bisa menggunakan jasa broker untuk memantau pergerakan harga saham. Mereka akan membantumu menganalisa saham dan memberi tahu mana saham yang tepat untuk dibeli dan dijual.  Tapi lebih asyik dan seru memantau sendiri lho gaes.  Asyik gitu, kita liat angka-angka bergerak sendiri (norak biarin).

2. Modal Kecil

Investasi saham bukan sesuatu yang ‘wah’ karena bisa dimulai dari nominal kecil. Pembukaan pertama bisa dengan Rp 100.000 selanjutnya kamu bisa memilih saham dengan harga yang terjangkau. Sembari jalan ada banyak akun Instagram yang bisa menjadi ladang belajarmu tentang saham misalnya saja @ngertisaham @investorsahampemula atau komunitas investor saham pemula di kotamu.  Biasanya komunias investor saham pemula (ISP) akan rutin membuka kelas saham secara berkala. Rajin-rajin kepo IG ya jangan IG kun gosip terus dipantengin. Hehehehe.

Kalau saya nggak setiap saat beli. Akan tetapi saya selalu sisihkan penghasilan receh ini dan transfer ke RDN/RDI. Belinya kapan?  Kalau lagi pengen aja beli, kalau lagi murah serok deh, yaa meski se-nyerok-nyeroknya saya cuma 2 lot. Hehehehe.

3. Saham Itu Transparan dan Aman

Pasar modal itu terbuka dan transparan. Setiap perusahaan wajib memberikan laporan keuangan dan dipublikasikan ke masyarakat sebagai laporan kinerja. Sebagai investor tentunya kamu bisa membandingkan kinerja perusahaan dari tahun ke tahun. Sekaligus untuk memutuskan apakah kamu akan menjadi investor atau tidak. (hahahahaha songong banget, gak apa2 songong bermartabat kata teman saya).

Lalu keuntungan saham dari mana? Pertama yang disebut capital gain. Ini adalah selisih antara harga jual dan harga beli. Misalnya harga saham perusahaan Indofood adalah Rp 10.000 per lembar saham atau Rp 1 juta per lot ketika kamu membelinya. Kemudian beberapa bulan kemudian ketika kamu menjualnya harganya sudah naik menjadi Rp 12.500 per lembar saham atau Rp 1.250.000 per lotnya.  Selisih antara Rp 1.250.000-Rp 1.000.000 = Rp 250.000, inilah yang disebut capital gain.

Selain itu ada juga yang disebut dividen. Ini adalah laba perusahaan yang dibagikan ke seluruh pemegang saham setiap tahunnya. Bahkan jika kamu hanya punya 1 lot saja, sudah kecipratan dividen lho. Besarnya memang sesuai dengan  keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).  Jumlahnya memang nggak besar, tapi senengnya itu lho. Misalnya beberapa waktu lalu saya ikut merasakan dividen dari sebuah perusahaan. Saya cuma punya 3 lot saham, alhamdulillah saya dapat dividen yang bisa untuk beli cilok dan teh obeng. Seneng? Pastinyaaa… hehehe.

Bisa nggak investasi saham merugi? Namanya juga investasi, pastilah ada risikonya termasuk kerugian. Jika  kamu mengalami kerugian itulah yang disebut capital loss, berlawanan dengan capital gain tadi. Atau jika perusahaan tempatmu menginvestasikan uang itu mengalami kerugian, atau yang disebut likuiditas. Itu sebabnya jeli dalam memilih perusahaan diperlukan. Tapi ini bisa kamu pelajari lebih lanjut ya.  Saya pun masih belajar sendiri dari buku-buku tentang saham  dan juga Instagram.

Jadi sebelum memutuskan berinvestasi saham, tentukan dulu tujuanmu. Setelah itu jangan lelah belajar, terus pelajari tentang saham pelan-pelan sampai nantinya mahir dalam berinvestasi. Eitss tulisan ini saya buat bukan berarti sudah fasih lho, saya juga masih belajar dan sering kepo kanan kiri,

Nabung saham itu asyik, se-asyik makan makaroni pedes yang full micin.

Tentang armadita

Jurnalis biasa-biasa saja. Manusia yang juga biasa-biasa saja. Mencoba menjadi bisa karena biasa. Belajar dari mana saja dan siapa saja. Termasuk juga kamu. Menerima dengan terbuka segala bentuk makian dan masukan soal tulisan. Boleh di kolom komentar atau via surel arma.dita@gmail.com. Terimakasih sudah singgah ^^
Pos ini dipublikasikan di essaylepas dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Nabung Saham Itu Asyik, Se-Asyik Makan Micin

  1. Yosinta Paruruk berkata:

    Lagi booking kayaknya tuh main saham sekarang. Ponakan saya yang kuliah saja sudah tanya2 Saya, apa ikut main saham. Thanks infonya.

  2. yak istilah main jelek sekali ya streotipnya. Saya udah punya tabungan saham tapi tak ngerti menggunakannya haha..

  3. Sujanto Tedja berkata:

    Asyiik, lama-lama jadi juragan saham. Super kaya dan sangaaaaat kaya

  4. Magdalena Amelia AS Waruwu berkata:

    Aku juga lagi mempertimbangkan investasi ke sini kak/ Sempet ragu-ragu dan maju mundur tapi kayanya makin ke sini makin matep deh. Makasih ya kak untuk infonya :3

Tinggalkan Balasan ke Magdalena Amelia AS Waruwu Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s